Rabu, 28 September 2016

TAMAN WISATA AIR TERJUN SUNGAI MUDAL



Musim mulai beralih, udara basah dengan hujan sepanjang hari mulai berganti dengan cuaca terik yang berasal dari sengatan matahari. Dedaunan dari pohon-pohon hijau rimbun pun mulai menguning, mengering dan berjatuhan satu demi satu meninggalkan ranting-ranting. Sumber-sumber mata air mulai mengecil debitnya. Tak terkecuali tebing-tebing yang biasa dialiri air terjun musiman yang menjadi salah satu buruan para penikmat wisata blusukan. Namun kemarau nampaknya belum berpengaruh pada vegetasi rimbun di kawasan Perbukitan Menoreh. Pepohonan di Jogja bagian barat ini tetap cantik dengan warna hijau zamrudnya. Seperti yang terlihat sepanjang perjalanan menuju Taman Sungai Mudal.


Taman Sungai Mudal adalah sebuah mata air yang memancar dari kedalaman gua di kawasan Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Dinamakan Mudal karena sumber air ini selalu memancarkan air sepanjang tahun hingga dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar melalui pipa-pipa dan selang. Aliran airnya yang jernih juga meluap membentuk aliran sungai serta melewati air terjun dengan nama serupa, kemudian berlanjut hingga Air Terjun Kembang Soka dan Air Terjun Kedung Pedut yang letaknya lebih rendah.


Terekspose-nya Taman Sungai Mudal berawal dari kerja bakti masyarakat sekitar membersihkan daerah aliran sungai yang terbengkalai dan lebat oleh semak belukar. Hingga seiring kesadaran warga sekitar tepian Sungai Mudal yang panjangnya kurang-lebih 600 meter ini pun perlahan mempercantik diri menjelma menjadi sebuah destinasi yang menarik untuk didatangi. 


Sebelum dikelola pokdarwis setempat seperti saat ini, hanya Air Terjun Mudal yang membuat orang-orang tertarik untuk datang berkunjung. Itu pun hanya bisa dilakukan saat musim penghujan, ketika debit air terjun cukup deras.


Kolam alami berair jernih untuk berendam, berenang atau bermain air yang dibuat dengan membendung sungai menjadi sajian pembuka ketika sampai di Taman Sungai Mudal.


Berbagai jenis bunga terutama anggrek, terlihat mulai ditanam di sepanjang bantaran kolam alami. Uniknya siapapun dapat menyumbangkan benih tanaman atau bunga untuk mempercantik taman sungai melalui program "Trees of Hope", sebuah program titip tanam yang dilakukan di Taman Sungai Mudal sebagai usaha penghijauan dan pelestarian lingkungan. Sehingga tak hanya menikmati kecantikannya, sebagai pengunjung kita juga ikut serta menjaga layaknya simbiosis mutualisme, kita dengan alam.


Melewati sebuah jembatan bambu artistik yang dibangun diatas bendungan, kami mencapai bagian tepi kolam lain yang lebih lapang dan banyak dibangun gazebo-gazebo beratap ijuk.


Di sisi ini juga terlihat area camping ground dengan background tebing batu Gunung Kelir yang sekilas memang menyerupai tempat untuk pertunjukan wayang. Menurut cerita masyarakat setempat, dinamakan Gunung Kelir karena tebing batu tersebut adalah tempat untuk pagelaran wayang di zaman para wali. Terlepas benar tidaknya legenda tentang sang tebing batu, Gunung Kelir menjadi daya tarik tersendiri di taman sungai ini. Selain bentuknya yang unik, keberadaan tebing batu Gunung Kelir membuat Taman Sungai Mudal semakin teduh, membentenginya dari serangan sinar matahari yang menyengat. 


Jika sedang beruntung kita bisa melihat koloni kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang banyak ditemukan di kawasan Menoreh, menuruni tebing batu ini untuk mencari makanan.


Ketika sedang asyik menikmati pemandangan nan asri serta sejuknya udara pegunungan, tak sengaja mata saya tertumbuk pada tangga bambu kecil di samping jembatan yang biasanya luput dari pandangan. Tangga bambu kecil ini mengantarkan saya ke Air Terjun Mudal dan beberapa kolam alami lainnya yang letaknya lebih rendah. Musim kemarau membuat aliran air terjunnya tak terlalu deras, hingga permukaan batuan yang biasanya tertutup aliran air kini hanya tertutup lumut, si tumbuhan perintis. 


Padahal jika debit air sedang deras, cukup seru melakukan rappelling dan water canyoning di air terjun ini. Debit air yang kecil tak mengurangi keseruan kami bermain air nan biru di kolam-kolam alami. Menikmati udara pegunungan sambil mendengarkan gemericik air diselingi suara hewan-hewan penghuni pegunungan yang berdendang di kejauhan.


Layak di coba kawan..!
Dan jangan lupa membawa tanaman untuk di titip tanamkan. karena, jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan lingkungan untuk anak cucu kita kelak??


Komentar Berhadiah :
Tinggalkanlah komentar yang dapat membantu wisatawan pada kolom komentar yang dapat memudahkan calon pengunjung lainnya. Akan kami pilih 5 komentar terbaik untuk masing-masing mendapatkan bingkisan kami. Untuk pengumuman pemenang akan kita share pada kolom komentar, juga melalui facebook / google + / instagram pada setiap tanggal 31 Desember " setiap tahun nya ".



Jika anda memerlukan RENTAL Motor / Mobil, sekedar antar / jemput, atau jika anda dari luar kota dan memerlukan Tour - Travel Guide / Organizer, silahkan Chat kami via 
Whatsapp  +62811265377






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

TRANSPORT, TOURS, & TRAVEL ORGANIZER